yakuza3

Seni tato bukan hal baru bagi warga Jepang. Meski identik dengan kelompok mafia Yakuza,ternyata seni itu memiliki sejarah panjang. Mereka menyebutnya irezumi.

Pada masa dulu, irezumi merupakan seni yang diyakini memberikan kekuatan kepada pemakainya. Jadi, pecinta seni ini masih kalangan individu tertentu. Belum sampai pada identitas kelompok.

Tahap berikutnya, tato menjadi cerita dunia bawah tanah. Karena seni ini menjadi rahasia dan hanya diketahui kalangan tertentu. Persisnya, sebagai simbol anggota-anggota mafia Yakuza. Tato pun berada dalam wilayah dunia hitam. Sehingga, irezumi pun menjadi “sesuatu” yang harus ditakuti.

Irezumi dibuat dengan menggunakan tebori –jarum buatan dari bambu untuk melukis tato. Sedangkan tintanya, sumi, terbuat dari arang. Proses pembuatannya tidak mudah, sehingga jumlah pembuat irezumi orisinal tidak lebih dari sepuluh orang.

Kenichi Kato atau lebih dikenal dengan Horimyo merupakan seorang pembuat irezumi dengan metode tebori. Proses pembuatan dan seni yang dihasilkannya menorehkan banyak makna.

Karena citra negatif tato, ia dan kliennya harus melakukan tebori secara diam-diam. Bahkan, ia harus berbohong tentang pekerjaanya agar bisa menyewa apartemen merangkap studio tatonya.

Kini? Seni itu menjadi bagian dari penampilan kalangan muda di Jepang. Dan, tanpa khawatir diidentikkan dengan anggota mafia Yakuza